»
"NEVER GIVE UP, KEEP FIGHT"

Selasa, 30 Juni 2009

Simulasi Jaringan Syaraf Tiruan B-SPLINE Pada Pengaturan Kecepatan Motor AC Dengan Menggunakan Software MATLAB

Jaringan syarat tiruan dapat digunakan untuk mengendalikan plant yang parameter-perameternya tidak diketahui, namun tidak semua jenis jaringan syaraf tiruan cocok untuk mengendalikan plant secara on-line. Setiap jaringan syaraf tiruan memiliki kecepatan untuk beradaptasi yang berbeda-beda tergantung pada struktur jaringan dan algoritma yang digunakan. B-spline merupakan salah satu jenis jaringan syaraf tiruan yang dapat digunakan sebagai pengendali plant secara on-line.

Pada makalah ini dilakukan pengujian terhadap jaringan syaraf tiruan B-spline untuk mengendalikan kecepatan motor AC. Pengujian terhadap unjuk kerja jaringan syaraf dilakukan dengan pengujian pengaruh laju konvergensl,gain proposional,pemilihan orde pada B-spline. Hasil pengujian menunjukkan semakin besar laju konvergensi dan gain proposional yang diberikan semakin cepat waktu penetapan. B-spline orde 3 mempunyai laju pembelajaran yang lebih baik dari pada orde 2 dan orde 1.


Read More..

Radial Basis Function Bagian 1


RBF (φ) merupakan fungsi dimana keluarannya simetris terhadap center c tertentu atau dinyatakan sebagai φc = φ ||x - c||, dimana || . || merupakan vektor normal. Jaringan syaraf yang dibentuk dengan menggunakan fungsi basis berupa fungsi basis radial dinamakan Jaringan Syaraf RBF. Jaringan RBF terdiri atas 3 layer yaitu layer input, hidden layer / kernel layer (unit tersembunyi) dan layer output.



Setiap input dari jaringan syaraf tiruan RBF ini akan mengaktifkan semua fungsi basis pada hidden layer. Setiap unit dari hidden layer merupakan fungsi aktifasi tertentu yang disebut sebagai fungsi basis. Di dalam hidden layer terdapat sejumlah fungsi basis yang sejenis. Setiap fungsi basis akan menghasilkan sebuah keluaran dengan bobot tertentu. Output jaringan ini merupakan jumlah dari seluruh output fungsi basis dikalikan dengan bobot masing – masing.

Read More..